Label

Selasa, 11 Oktober 2011

Karikatur Pendidikan



Jika melihat gmbar diatas mungkin ada kaitannya dengan pendidikan, iya memang benar gambar diatas adalah tentang pendidikan di Indonesia yang Mahal walaupun sudah ada anggaran yang meringankan beban para orangtua, tetapi anggaran yang diberikan pemerintah dalam Dana BOS itu tidak cukup untuk mengurangi biaya sekolah-sekolah yang ada di Indonesia, selain itu pula dana yang dialirkan Pemerintah dengan dana yang telah sampai disekolah tidak sesuai.
Negara sebenarnya bisa berperan efektif mengurangi mahalnya biaya pendidikan jika kebijakan politik pendidikan yang berlaku memiliki semangat melindungi rakyat miskin yang sekarat di jalanan tanpa pendidikan. Jika semangat "mengeruk kekayaan, melupakan semuanya, kecuali diri sendiri" masih ada seperti sekarang, sulit bagi kita menyaksikan rakyat miskin keluar dari kebodohan dan keterpurukan. Maka yang kita tuai adalah krisis solidaritas, mandeknya demokrasi, dan terpuruknya keadilan sosial
Mahalnya sekolah bukan hanya semata-mata dari pihak pemerintah saja yang salah, tetapi juga dari pihak sekolah tersebut, dimulai dari mahalnya masuk kesekolah tersebut, seperti biaya pendaftaran dan hal-hal yang lainnya.

Yang kedua adalah biaya sekolah seperti pembayaran uang gedung, Iuran Bulanan, yang pembayaran uang gedung dilaksanakan untuk membangun infrastruktur sekolah, fasilitas sekolah, tetapi nyatanya membangun infrastruktur sekolah hanya dilakukan hanya sekedar pengecatan ulang bangunan sekolah dan menambah ruang kelas. Ini sangat tidak masuk akal dengan jumlah pembayaran uang gedung yang mencapai jutaan  digunakan untuk pengecatan dan membangun  ruang kelas. dan juga iuran bulanan yang masih mahal padahal sudah mendapat anggaran dari Dana BOS, terkadang ada juga untuk membayar uan BIMBEL(bimbingan belajar) untuk tingkat akhir atau yang ingin mengikuti UN(ujian Nasional)
Yang ketiga adalah uang seragam, dan uang Buku. Uang seragam dimulai dengan seragam putih, batik, dan pramuka, terkadang dari pihak sekolahpun diwajibkan untuk membeli seragam di sekolah tidak boleh membeli di luar sekolah. Mungkin dikarenakan agar pihak sekolah bias mendapatkan untung yang berlipat, dan juga kualitas dari seragam tersebut terkadang tidak sesuai dengan harga yang tnggi. Untuk uang buku, pihak sekolah mengajukan setiap tahun ajaran mempunyai buku pelajaran yang berbeda-beda dimaksudkan agar pelajar mau tidak mau harus membeli buku dengan penerbit A,
Dan yang keempat adalah biaya jalan-jalan atau studytour, ini dilakukan hanya sekali pada saat naik kekelas 2 diadakan study tour kesuatu tempat diluar sekolah, tergantung tempat tujuan yang akan dituju semakin jauh semakin mahal pula harganya, belum lagi apabila ada perpisahan sekolah untuk murid tingkat akhir untuk kenang-kenangan di masa SMA atau SMP dan itu pun juga memerlukan Uang yang tidak sedikit. Jadi dapat disimpulkan bahwa Mahalnya sekolah  disebabkan oleh :

1.        Iuran sekolah (bulanan, uang gedung, biaya pendaftaran)
2.        Seragam
3.        Buku pelajaran
4.        Biaya Study Tour dan Perpisahan

Seharusnya pihak pemerintah dan pihak sekolah memikirkan untuk masyarakat yang tidak mampu atau miskin agar rakyat miskin bisa mendapat Ilmu dan terhindar dari kebodohan, sebaiknya dialihkan pada pencarian cara untuk mengurangi biaya sekolah para murid-murid Indonesia. Sikap ini jauh lebih realistis dan layak untuk diperjuangkan oleh para anggota DPR, staf DikNas, dan seluruh rakyat Indonesia.

1 komentar:

  1. wahhh...........bagus ya......masalah pendidikan yang ditampilakan ....memang bener gk adil kalau kalau yang kaya aja yang bisa sekolah...yang miskin juga butuh untuk masa depan mereka...

    BalasHapus